When Life Was A Party To Be Thrown

Nggak kerasa sudah bulan Februari. Berarti hampir setahun kita di Indonesia berada dalam masa pandemi Corona (yang start bulan Februari).

Saya ingat, dulu di bulan-bulan ini kita masih bebas berkumpul-kumpul tanpa harus ada protokol kesehatan. Bebas mengikuti event, ada di keramaian.

Bagi saya sendiri, sebagai pencinta fotografi, setiap event adalah masa-masa panen hunting foto human interest. 🀩

Salah satu event yang saya suka adalah olah raga. Ini cerita salah satu diantaranya yang berkesan. πŸ™‚

Saya beruntung pernah berkesempatan mengikuti acara-acara Asian Games 2018. Saat itu Indonesia sedang dalam puncak-puncak kegembiraan karena jadi perhatian bangsa Asia sebagai tuan rumah penyelenggara. It was excellent!πŸ˜€ Soalnya ngalamin langsung bagaimana OK nya pengaturan sepanjang event.

Waktu itu saya ingat melakukan hunting solo di pagi hari, siangnya kumpul dengan kawan-kawan fotografer.😁

Foto di atas ini saya ambil saat menyaksikan sekumpulan penonton dari berbagai usia, yang siap-siap menyemangati tim kesayangan. Kalau tidak salah, waktu itu tim bulu tangkis, ya. Sayang saya nggak dapat tiketnya karena laris manis seperti gorengan.😰

Setelah puas menonton, saya mengabadikan beberapa foto pekerja-pekerja di lapangan kompleks GBK. Dari penjual minuman, petugas kebersihan, pengawas, supir traktor, dan pekerja bangunan.

Mereka semua bersemangat sekali dengan seragam warna-warni.

Tidak cuma di GBK, ya. Saya juga kelayapan di wilayah lain yang digunakan untuk event Asian Games 2018. πŸ™„

Sebagai pencinta sepeda, yang paling saya suka itu adalah Velodrome. Alias gelanggang sepeda. Velodrome yang sudah di permak untuk event itu asli cakep banget isi gedungnya!πŸ˜ƒ

Lombanya juga seru.

Yang dilombakan saat itu adalah nomor Madison Putra/Putri, Keirin Putra/Putri dan Sprint Putri. Selain tim Indonesia berderetan pula tim negara lain. Juga ada tim negeri Oppa-Oppa, loh. Banyak Oppa!😁

Saya nggak pernah bisa melupakan gemasnya perasaan ini saat saksikan nomor Keirin Putra. Formasi awalnya para pesepeda mengikuti sepeda khusus yang disebut Derny. Kayak lihat sepeda mainan yang imut-imut. 😍

🍿🍿🍿🍿🍿

Asian Games 2018 usai, saya masih lanjut kelayapan nonton Asian Paragames 2018. Hypenya beda dari acara yang pertama. Relatif suasana lebih kalem. Orang yang hadir ramai tapi tidak membludak.

Satu hal yang bikin sebal saat Asian Games 2018 kemarin adalah…. ketika saya nonton kenapa tim Indonesia nggak menang? Jangan-jangan karena ada saya-kah…#GRkelewatan.πŸ˜‘πŸ™„

Untung harapan hati terkabul sudah saat nonton Asian Paragames 2018, yaitu bisa menyaksikan langsung tim Indonesia menang di event olahraga tingkat Asia.😭

Btw. maskotnya si Elang Bondol lucu loh. Jago dansa pula.

Looking back, saya bersyukur ketika ada kesempatan, bisa langsung ambil. Coba kalau ada waktu lowong malah pilih rebahan. Jarang ada event seperti ini lagi. Mungkin baru hadir kembali berpuluh tahun kemudian, saat kita semua telah menua.

Dan itu semakin terasa indah di masa pandemi yang entah berakhir kapan ini. Barangkali hingga satu dua tahun ke depan, tidak akan ada event berskala besar atau acara yang mengharuskan orang-orang berkumpul ramai.

Saat tenggelam dalam kegembiraan pesta olah raga kemarin, pernah nggak kita membayangkan, bahwa dua tahun kemudian semua gema kejayaan ini tercabut dan terlupakan?πŸ™„

Hidup memang penuh kejutan.πŸ˜‘

Sekarang kebiasaan berkumpul bersama dalam jumlah besar mulai lenyap, karena memang harus dihindari di masa pandemi.

Hilang pula perasaan euforia bersama-sama untuk satu tujuan, yang hanya bisa hadir lengkap saat kita bertemu langsung dengan banyak manusia lain.

Seperti kata Adele dalam salah satu lirik lagunya,

I miss it when life was a party to be thrown.
But that was a million years ago.

Yup. A million years ago.

Rasanya sudah selama itu.

Don’t you miss those kind of days?

Apa yang bisa kamu pelajari dari sana? Please, share me a story…πŸ™‚

16 thoughts on “When Life Was A Party To Be Thrown

  1. Hi, Mbak.

    Salah satu pengalaman luar biasa yang saya rasakan dalam hidup adalah pernah ikut terlibat dalam perayaan Asian Games 2018. Waktu itu saya mendapat kesempatan mewakili provinsi untuk menonton secara langsung pembukaan Asian Games 2018 secara gratis di GBK.

    Tak menduga Mbak juga ternyata…aaaa

    Kebetulan yang indah πŸ‘

    1. Yaampun bener yaa, pandemi udah setahuun πŸ˜†πŸ˜†
      Mba Phebei beruntung bgd ikut bs menyaksikan kegembiraan pesta olah raganya secara langsung. Fotonya bagus2 mbaa 😍😍
      Klo aku nonton di tv aja bareng anak2. Seru aja melihat kehebohan mereka teriak2 pas nonton badminton dukung indonesia. Trus kita jg koleksi boneka maskot Asian Games nya. Hehehe..

  2. Suka banget sama foto pesepeda (foto ketiga dari akhir) mantaaap…

    Aku blm pernah kesampean ikut-ikut event sebesar itu tapi bisa dibayangkan dengan energi dan aura sebesar asian games, pastinya momen tersebut akan sangat dirindukan, tapi apapun momennya, memang keramaian dan perayaan bersama itu pastinya lagi kita rindukan banget… udah setahunnn..

    semoga ujungnya cepat ketemu dan kita bisa kembali seperti biasanya.

  3. Waaah, Velodrome bagus bangettt! Nggak nyangka isi dalamnya ternyata sebagus itu dan menurutku udah standar Internasional soalnya mirip seperti di film-film Barat gitu nuansanya πŸ˜†.
    Banyak oppa-oppa harus dimention banget ini ya, Kak Pheb WKWKWK aku ngakak bacanya 🀣
    Kak Pheb beruntung sekali bisa menikmati acara-acara tsb secara langsung, euphorianya pasti lebih terasa dibanding hanya lewat TV. Kalau aku waktu itu hanya nonton di TV aja dan paling sering nontonnya yang badminton karena cuma olahraga ini yang paling aku ngerti sistem permainannya πŸ˜‚ bukan karena nontonin Jonathan Christie kok wkwkwkwk.
    Sungguh nggak menyangka bahwa 2 tahun kemudian, semuanya harus serba online πŸ˜₯ entah sampai kapan harus tetap begini tapi aku sangat rindu bisa berpergian bebas tanpa menggunakan masker 😭. Satu pelajaran hidup yang didapat adalah untuk selalu menghargai setiap momen yang ada, karena mungkin kesempatan itu nggak bisa terulang kembali 😭

    1. Oui baguss. Saya juga pas lihat dalamnya kaget. Memang sudah masuk standard internasional utk lakukan event dunia kok.πŸ˜€

      Fans service, mbak Lia, tetep penting 🀣🀣

      Haha nontonin Jonathan Christienya sekalian juga gak papaaaa πŸ˜‚πŸ˜

      Yaa sekarang kemana-mana protokol kesehatan dan swab..πŸ˜‘ Semoga masa-masa ini cepat di lalui ya. Bisa jadi bahan cerita juga bagi anak cucu πŸ˜…

  4. Huaaa baru lihat post ini, kayaknya ke-skip padahal selalu ikuti post-post terbaru mba Phebie, hahaha πŸ˜† Untung tadi dikasih tau mba Phebie, by the way saya sukaaa banget foto-fotonya. Kerasa euforianya sampai ke saya. Huhu, jadi ingin lihat video opening ceremony ASIAN GAMES lagi kaaaan πŸ˜‚

    Mba Phebie kalau soal foto sudah nggak bisa dikomentari, always good hasilnya 😍 Terus saya takjub bagian arena sepedanya, kereeeen! Daebak, ternyata begitu isi dalamnya 😱 Saya kira tanding sepedanya di luar seperti kebanyakan pertandingan sepeda yang pernah saya lihat di berita ~ terus yang foto pada naik sepeda itu kan jalannya agak melengkung dan menanjak mba, itu memang dari sananya atau efek foto? CAKEP soalnya πŸ˜†

    Semoga Corona cepat hilang hiks hiks gara-gara Corona, Olimpiade yang di Jepang sampai mundur, entah tahun ini tetap jadi diadakan atau harus mundur lagiiii ~ Eniho, pelajaran yang bisa saya ambil, nggak jauh beda sama Lia, menghargai momen yang ada, dan sadar bahwa sehat itu mahal, jadi jika masih diberi rizki sehat, harus dijaga dengan sebaik-baiknya 😍 hehehehe. Terima kasih mba Phebie, sudah ajak saya flashback ke AG2018 πŸ₯³

    1. Beda, mbak Eno, ini yang indoor. Dan yes Velodrome Indonesia patut dibanggakan, sih. Tempatnya bagus, bersih, betah berlama-lama disana, seperti ada di arena internasional. Tentu saja tempatnya hanya dibuka saat ada event pertandingan, yah.

      Jalannya memang melengkung naik ke luar, mbak, seperti di dalam mangkok raksasa. πŸ˜€ Makanya kelihatan begitu, apalagi kalau pakai lensa wide makin, deh wkwk..

      Ohya Olimpiade di Jepang diundur, ya. Sayang banget memang kita nggak bisa nonton event olah raga lagi.πŸ™Kalau diadakan tentu screeningnya ketat banget. Tapi rasanya sih semua negara sedang berjuang dengan masalah ekonomi yang banyak drop akibat pandemi. jadi event internasional bukan prioritas. Event itu kan gunanya buat menarik turis. Gimana mau datang kalau masuknya saja sulit 🀣

      Sama-sama mbak Eno, Makasih sudah mampir dan ikut flashback bersama πŸ˜€

  5. Kalo dari fakta tipe fotografer kemarin, kesenangan kak Phebie pada human interest memang make sense dengan tipe kak Phebie yang lebih senang memburu objek ketimbang merencanakan.

    Selalu suka dengan foto human interest. Tanpa deskripsi, fotonya sendiri sudah bisa berdiri sendiri.

    Saya ngikutin euforia Asian Games kemarin dari layar kaca. Meski ngga menang, euforianya tetap seru. Ngga sabar nunggu Asian Games 2022. Mudah-mudahan pandemi sudah kelar saat itu. Aamiin.

    1. Trims, mas Rahul. Ya, masing-masing genre ada tantangan sendiri. Kalau berburu foto sport suka dengan adrenaline dan deg-degannya saat menangkap momen. πŸ˜‡
      Asian Games kemarin, Indonesia lumayan banyak menang juga, sihπŸ™„…Cuma kapan bisa nonton langsung momen menang, itu faktor keberuntungan kita (kecuali nonton dari TV).😁

      Amiin moga-moga tahun 2022 semua bisa lihat Asian Games lagi di Hangzhou. πŸ˜ƒ

Leave a reply (akan di moderasi dulu) πŸ˜‡

error: Content is protected !!
%d bloggers like this: