Tentang Komunikasi dan Perasaan

Seorang cowok melupakan sebuah hal, yang bagi pasangannya, adalah sesuatu yang saklek.

Saat ingat, si cowok hanya tepok jidat,

“Oh maaf, ya. Habis tadi gue pikir itu biasa saja. Lain kali kita lakukan bareng deh.”

Ceweknya cemberut.

“Ya sudah terlanjur. Tapi beneran kamu nggak apa-apa’kan? ”

Walau jelas-jelas BT, si cewek menjawab pendek,

“Nggak. Nggak apa-apa”

Tapi tetap enggak pake senyum.

Mendapat pernyataan konfirmasi itu, si cowok lega. Dia pun mulai menghempaskan diri di sofa sambil mencari remote TV.

“Sini nonton bareng yuk.”

Nengok ke belakang,

Si cewe lenyap.

Dan selama 24 jam itu hubungan mereka kayak gini.

Gambat : twitter.com

Salah satu problem yang biasa jadi tudingan hubungan cowok cewek adalah komunikasi dan perasaan..

Saking seringnya dituding, mungkin kalau kedua hal ini orang, mereka itu sudah jadi tokoh antagonis kali ya.πŸ˜‚

Cewek merasa cowok enggak peka dan enggak berperasaan. Sementara cowok ingatnya kan tadi bilangnya enggak apa-apa = masalah selesai.

Membaca perasaan dengan pengamatan mikro ekspresi

Cowok pada umumnya memang bukan master dari membaca ekspresi mikro, sebuah bahasa yang sudah seperti oksigen bagi cewek.

Mari kilas balik kembali ke jaman batu

Secara alami, cewek dipersiapkan menjadi ibu, sehingga dia dianugerahi kepekaan untuk membaca ekspresi manusia, yang terkecil. Kemampuan itu diperlukan untuk mengetahui kebutuhan bayi yang belum dapat bicara.

Insting perlindungan dirinya juga sangat kuat demi mendeteksi musuh yang menyerang diri dan anaknya saat para cowok yang melindungi sedang pergi berburu.

Menjelaskan kemampuan itu caranya bagaimana, tentu susah. Banyak yang menyebutnya insting perempuan.

Sebetulnya itu seperti seseorang yang seumur hidupnya sering menerima paparan ekspresi wajah dan lama-lama bisa membedakan sendiri mana yang artinya A, B, dan seterusnya.

Makanya cowok-cowok kalau bohong sama cewek jauh lebih susah daripada sebaliknya. Kalaupun ada cewek yang bisa dibohongi biasanya karena dia menutupi instingnya dengan alasan-alasan lain.

Sayang, saat harus berhadapan dengan cowok, cewek seringkali lupa atau tidak tahu, bahwa cowok itu nggak mahir membaca ekspresi mikro (kecuali emang dilatih atau dibiasakan karena kondisi).

Akhirnya cewek berharap dengan ngambek cowok bakal ngerti sendiri bahwa dia sedih, kesal, butuh disenangkan dsb. Karena itu juga sinyal yang biasa dipakai saat bergaul dengan teman-teman cewek.

Jangan khawatir, cowok-cowok, kita cewek-cewek, juga sering salah baca sinyal juga, kok.

Saya pernah dengar curhat sesekawan cewek, bahwa dia bingung kenapa tetangganya cewek yang biasa akrab dengannya sering buang muka kalau ketemu dia.

Kalau sesama cowok skenarionya kan biasanya tinggal datangin,

“Men, knapa muka lo ngadep sana mulu. Salah tidur??”

Cewek umumnya nggak biasa frontal begitu!

Konfrontasi adalah hal terakhir yang mereka ambil. Lagi-lagi sebuah warisan nenek moyang jaman batu.

Karena fisik lemah, maka berkumpul dalam kelompoknya adalah wajib. Cewek yang dijauhi kelompok, secara insting menganggap itu adalah tanda bahaya. Jadi penting bagi cewek untuk merasa diterima di komunitasnya.

Nah, kasus sesekawan cewek ini, dia merasa tetangga buang muka = marah = bahaya. Sampai dia merasa perlu tahu kenapa, kalau nggak semalaman susah tidur nyenyak!

“Apa perlu saya tanya ibu itu marah kepada saya kenapa?”

Jawabannya, nggak dianjurkan.

Satu, kalau ada masalah, tentu si tetangga nggak bakal mau bilang. Lihat aja… buang muka ‘kan artinya ingin menhindar.

Dua, kalau nggak ada masalah skenarionya pasti gini.

“Ibu marah sama saya?”

“Nggak. Kenapa ibu sampai mikir begitu?”

“…………….”

“Kenapa ibu sampai mikir begitu. Saya penasaran.”

T_T

“Habis ibu buang muka terus kalau lihat saya…”

“Apa…??”

Dan terjadilah drama season 2.

Serba salah kan 🀣🀣

Ketepatan membaca gestur dan ekspresi terkadang sangat tergantung persepsi individu juga.

Ayo, penasaran kan cewek-cewek jadi harus gimana kalau kondisi gitu.

Ya, diemin aja…

Kan itu bukan sesuatu yang bisa kita ubah atau paksain.

Lagipula orang yang sering buang-buang muka suatu hari harus mencari muka. Lha iyalah punya muka kok dibuang-buang..#dijitak

Tentu saja buat cowok kalau melakukan jurus ini dalam sebuah hubungan yang ada bakal susah terus hidupnya. Wkwkwk..happy wife happy life. Rite?

Menyentuh perasaan dengan kata-kata

Sinkronisasi antara gestur, ekspresi dan perkataan itu bagi cewek seperti keseimbangan alami. Cowok yang menguasai tiga hal itu biasanya, sih…secara alami jadi idola cewek-cewek.

Contohnya?

Dilan…

Kurang apa gombalnya coba, padahal kalau diterjemahin semua gombalannya gak riil, tapi kenapa cewek banyak yang kelepek-kelepek. Kalau jago nyanyi apalagi.

Nggak semua cewek sih haha..cewek yang otak kirinya dominan (atau sudah makan asam garam) biasanya lebih ingin bukti daripada janji.

Dan secara alami juga cowok yang demikian jadi musuh para cowok-cowok.

Saya ingat betul pernah nemu kasus cowok yang ampun deh tiada hari tanpa ngegombal kalau ketemu cewek. Mau itu ibu-ibu di kantin atau cewek-cewek junior, semua nggak luput dari kata-kata indah.

Karena terbiasa dapat apa yang dia mau dari gombalan, dia nggak merasa perlu membuktikan banyak hal. Sementara kalau di dunia cowok action is everything. Kalau menyebut nama si si cowok itu yang ada cowok-cowok kenalannya cuma mencibir,

“Halah, dia mah lip service…”

Cowok-cowok nggak mempan digombalin (buat apa juga). Yang ada ketika dia bo’ong, kaburan karena lepas tanggung jawab, langsung dijadikan musuh bersama.

Kekusutan keduanya ketika praktek di dunia yang lain….

Basa-basi dan lip service seperti sebuah hal yang enggak penting. Tapi di dunia Timur dan Venus – yang keduanya identik dengan perasaan..sangat krusial.

Kadang bikin seseorang sedikit apa ya…menjadi bukan dirinya sendiri, kurang terus terang, dan malah bisa bikin blunder.

Misal, ada sebuah acara nyanyi keakraban.

Penyanyinya menyanyi dengan semangat 45, tapi ya ampun suaranya. Karena menjaga perasaan penyanyinya, keluarganya, dsb. semua orang terpaksa tepuk tangan. Merasa disukai ybs nyanyi sampai sekian kali lagi! Padahal mendengarkan itu semenit saja seperti siksaan seribu tahun…

Siapa yang harus disalahkan….

Saya ingat sebuah komik dari negara paling tidak ada basa-basinya di dunia. Judulnya Asterix. Di cerita Asterix itu ada tokoh namanya Assurancetourix. Penyanyi tapi suaranya fals. Kalau dia mulai bernyanyi langsung ditimpukin rame-rame pake ikan!

Masalah selesai!

Tapi itu nggak mungkin terjadi di negara yang lebih mengedepankan perasaan.

Tentu hal-hal itu nggak bisa ditolerir bila urusannya dengan pekerjaan yang tentu sarat persaingan. Bagus ya bagus, jelek ya jelek.

Dulu dalam pekerjaan, sangat penting bagi saya untuk menilai sebuah karya bagus atau nggak, sehingga untuk soal seperti itu harus jujur.

Saat jadi panitia event bisa terbayang bagaimana rumitnya berhadapan dengan ibu-ibu yang merasa bahwa anaknya adalah jelmaan Picasso atau Luciano Pavarotti, sementara kita harus saklek menentukan mana yang dipilih dan yang nggak dimasukkan, atau bisa bikin rusak seluruh acara. Yang kadang terjadi kalau di sebuah acara basa-basinya kuat adalah yang jelek dimasukkan…. supaya nggak menyinggung perasaan.

Saran saya, kalau kamu pribadi ada pertentangan keras antara dua dunia itu, lebih baik hindari mencampuri keduanya sebisa mungkin.

Pilih salah satu saja, ada di posisi seseorang yang harus mementingkan data dan fakta atau posisi yang mengedepankan hubungan baik dan komunikasi. Kecuali kamu canggih dalam memainkan keduanya.

Saya sendiri kalau urusannya bukan pekerjaan, toleransi bisa menjadi lebih tinggi, bahkan sering juga basa-basi (atau istilah kerennya berusaha mencari sisi positif). Walaupun untuk beberapa kasus ekstrim jujur….susyeeee…🀣🀣. Tapi saya akhirnya selalu bisa menemukan cara untuk bersenang-senang dalam kondisi demikian.

Seperti mencari keseimbangan antara Barat dan Timur. Yin dan Yang. Mars dan Venus.

Semuanya harus dilihat dari sisi humor…

Ketika kita rileks dan bisa mentertawakan diri sendiri saat ada di posisi berseberangan, maka semua akan baik-baik saja…

Kamu sendiri bagaimana? Apa ada cerita diatas yang familiar?

16 Comments

  1. baca ini rasanya pengin ngetawain diri sendiri. harus banget melatih diri biar ngga gampang baperan. perempuan kan gitu ya, baper setitik rusak mood seharian. salam kenal kak phebie 😊

  2. Hahahahaha… bagusss bangeet uraiannya Pheb… Yah begitulah adanya. Untungnya saya cuma punya satu di rumah yang kayak begini, jadi perlahan bisa dipelajari bahasa tubuhnya dan sikapnya. Walau terkadang tetep saja masih salah.

    Nggak kebayang dah yang punya istri lebih dari satu, satu saja bikin rambut cepet putih.. wkwkwkwkwkw

    Cewek memang makhluk yang susah dimengerti

    • Hahaha makasih mas…senang bisa dinikmati..

      Couple mau nggak mau harus saling belajar …istrinya mas Anton tentu juga sama perjuangannya belajar bahasa kaum Adam..

      Ya kalau gampang dimengerti nggak seru dong hahaha..

  3. Kucing di atas adalah saya ahahahaha 🀣

    Tapi sekarang aku berusaha cuek, Mbaa. Soalnya kalo marah rugi diri sendiri, karena si doi pun nggak ngerasa apa-apa. Daripada makin gondok, mending lupain aja πŸ˜‚

    Tapi aku pernah diajarin salah satu teman konselor, untuk menghindari konflik cem gini, ada baiknya si cewek bisa menyampaikan perasaan dan kebutuhan dia ke pasangan, dan tentunya dengan nada penuh kasih sayang bahahaha dan ini yang aku coba praktikkan sih, Mbaa ke pasangan. Puji syukur sekarang udah nggak gampang ngambekan akunya πŸ˜‚

    • Hahaha iya mbaa bener banget. Kita sdh pasang kode sinyal2 dsb..tetep aja enggak dibaca 🀣🀣 yg ada makin kemari makin menggondok..

      Betul. Biasanya kl mau protes tunggu kondisi enak dulu satu sama lain..sering pesan lebih masuk..

  4. Yaa bicara soal komunikasi dan perasaan sebenarnya apa yang mendorong manusia sehingga ingin berkomunikasi dengan manusia lainnya? Teori dasar Biologi menyebutnya adanya dua kebutuhan, yakni kebutuhan untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya dan kebutuhan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya.😊

    Tetapi akan ada perbedaan tentunya dalam lingkup keluarga atau pasangan kita. Karena setiap pasangan tentunya mempunyai kelebihan serta kekurangan masing2. Dan hal ini juga yang tentunya bisa menyebabkan mis komunikasi yang dimana terkadang peran perasaanlah yang bermain.😊

    • Kalau ditinjau dari ilmu biologi sih spt itu mungkin πŸ˜…

      Perbaikan pola komunikasi dg mengenal perilaku pasangan beda gender adalah bagian dari adaptasi..

      Jadi mungkin hitungannya masih sama saja mas Satria 😊

  5. Hahahahah aku lgs ngakak pas inget cerita asterix 🀣. Komik fav ku.

    Aku mungkin tipe cewe ga biasa :D. Aku LBH suka blak2an soalnya mba. Kalo ga suka dengan sesuatu, ya biasanya aku bilang. Trutama Ama suami yaaa. Karakter dia itu terlalu santai, kadang ga sadar kalo yg dilakuin udah nyakitin hati. Cth nya muji cewe lain kayak artis gitu di depan aku. Kan maleees ya dengernya. Awal2 pacaran tuh. Pertama aku msh diem, kirain cuma di situ doang. Kedua kali, aku lgs semprot. Hahahahah

    Aku bilang aja, aku ga suka. Cemburu ya jelas laaaah. Jd aku kepengin dia ga muji2 cewe manapun di depan aku, dan aku bakal lakuin hal yg sama, ga muji2 cowo lain di depan dia. Dia malah muji wkt itu, ‘gini nih yg aku suka, kamu bilang apa yg kamu suka dan ga suka. Ga nyuruh aku jd peramal’ hahahahaha.

    Ya iyalaah, enakan begitu toh. Daripada ngarepin cowok nebak2 apa yg kita mau, dan mereka ga sadar2 trus kitanya jd bad mood sepanjang masa, ya mendingan bilang trus terang πŸ˜‰

  6. whoaaaaa… tampilannya berubaaahhhhhhhhhhhhhh… kereennnn… minimalis.. wakakakakakak

    Keren Pheb..

    Datang-datang karena menanti ikigainya Pheb, tau nya disajikan tampilan baru… mangstabb..

    Dah ah… nanti balik lagi

  7. Lho, ternyata komentar saya waktu itu nggak ke-submit, ya? πŸ˜‚ Perasaan saya sudah komentar dari awal post ini tayang hahahahaha. Tapi waktu di-scroll ternyata nggak ada. Maaf mba Phebie, sepertinya gara-gara komen tengah malam jadi nggak ingat waktu itu ke-submit apa nggak πŸ˜… Wk.

    By the way, hari ini iseng buka blog mba Phebie, sambil bergumam, mba Phebie ke mana ya sudah lama nggak publish tulisan. Terus waktu buka blognya langsung uwaaaa, bagus banget tampilannya, berubah total dan jadi lebih simple minimalis syukaaaak 😍 iya komentar salfok ini ceritanya

Leave a reply (akan di moderasi dulu) πŸ˜‡