Temenan Sama Cowok Lebih Seru, No Drama (=You Are The Drama) ?

Sudah lama nggak nulis topik malam minggu, nih. Ok, here we go…

Beberapa waktu lalu di media sosial saya menemukan meme kocak ini…

Ini kayaknya colekin cewek yang punya teman cowok banyak dan bilang,

“Enakan temanan sama cowok ketimbang cewek, karena nggak ada drama. ”

Tapi nggak nyadar bahwa bagi cowok-cowok di sekelilingnya, dialah dramanya.

Valid nggak?

Mungkin aku bisa memberikan gambaran lebih jelas dengan kasus-kasus umum..

Kasus Pertama

Ada genks dengan empat lima cowok dan satu cewek yang sering jalan dan main bareng. Cewek yang ada di genk orangnya manis dan cerdas, si feminin. Cowok-cowok itu pokoknya enak saja main dengan dia karena memang sangat pintar dan kolaborator yang handal. Suatu hari “masuklah” dalam circle, satu cewek lagi, anaknya rada tomboy tapi cakep, serba bisa juga untuk diajak ikut segala kegiatan yang cowok banget.

Timbul bibit-bibit drama. Cewek pertama mulai suka ngambek karena cowok-cowok genk-nya “ketarik” main sama cewek kedua. Cewek tomboy itu sendiri nggak pernah masalahin siapa ketarik siapa, karena bagi dia cowok-cowok adalah “teman main”.

Makin parah lagi setelah diantara genks ada cowok yang mulai suka-sukaan sehingga jelas berat sebelah ke salah satu cewek.

Kasus Kedua

Di genk lain, ada seorang cewek yang memang pinter, sampai semua cowok deketin karena ingin ketularan pinternya (alias pinjem catatan). Karena orangnya baik dia jadi semacam tempat curcol buat cowok-cowok. Kelihatannya memang keren selalu dikelilingi cowok, ya. Cakep-cakep lagi. Sampai banyak kawan cewek yang iri dan bergossip. Biasanya dari cewek-cewek yang pada naksir cowok temannya, sih.

Padahal bagi si cewek pintar sendiri kehadiran mereka (cowok-cowok itu) sangat membawa drama. Bikin dia dijauhin cewek lainlah, belum kalau teman cowoknya itu lagi kena masalah karena berantem dengan ceweknya. Makin pusing lagi ketika dua kawan cowok mulai berebut nyari perhatian dia. Pokoknya drama!

====

Begitulah alur drama di berbagai genks cowok dengan satu (atau dua) cewek.

Jadi meme diatas bisa jadi valid. Bisa jadi tidak. Karena, pren, pada prakteknya enggak sesederhana itu. Mau cewek atau cowok kalau sudah bawa-bawa perasaan, fix yang ada pasti drama.

Bila Suatu Hari Kamu Terpaksa Bergabung Dengan Mereka

Wah, gue kebetulan baru masuk circle yang rumusannya kayak begitu, dong? Apa sebaiknya gue hindarin saja supaya hidup gue aman?

Tenang, pren, yang saya ceritakan di atas itu contoh ekstrim. Banyak yang tetap hepi ending kok…

Bisa dianalisa dulu, cewek satu atau dua orang dalam genk banyak cowok itu orangnya tipe yang bagaimana.

Menurut pengamatanku selama ini, ada tiga tipe :

1. Princess

Cewek yang senang main dengan cowok-cowok, karena selain menantang secara intelektual, itu juga bisa membuat dirinya merasa beda. Tipe ini biasanya menikmati perhatian dari kawan-kawan cowoknya. Namun she’s not “one of the guy”. Dia memposisikan dirinya tetap sebagai lawan jenis, yang senang sekali bisa mendapat bantuan dari cowok-cowok.

Kelemahannya : terlalu bawa perasaan, bahkan bisa ngambek dan drama. Karena memang attachment dengan genk-nya besar.

Saran :

Jika kamu cewek, yakinkan si Princess bahwa kamu tidak berminat untuk menggoyahkan kedudukannya (benar, nggak?).

Jika kamu cowok, kalau nggak kuat mengikuti permainannya, atau kamu tipe alpha male, lebih baik menghindar saja. Kalau kamunya naksir, sih gas aja ya…good luck, karena saingan kamu banyak, man.

2. Tomboy

Cewek yang suka main dengan cowok-cowok, karena memang mereka adalah “teman main” yang asyik. Alias di dunia nyata kekurangan teman segender yang doyan permainan serupa. Biasanya mainannya juga yang berbau cowok banget. Dia biasanya memposisikan diri sebagai “one of the guy” dan berharap mendapat perlakuan yang sama.

Kelemahannya : suka rada telmi kalau soal perasaan.

Saran :

Jika kamu cewek, selama kamu nggak bikin permainannya dengan para cowok tambah ribet, sebetulnya dia senang-senang saja ada teman sesama gender gabung. Bahkan suka banget karena bisa diajak bicara yang nggak bisa dibicarain dengan cowok-cowok.

Jika kamu cowok, aman selama kamu nggak bawa-bawa perasaan atau macem-macem dengannya.

3. Simbiosis

Cewek yang punya keahlian atau kepribadian yang bikin cowok suka sekali mendekat. Entah karena otaknya encer, atau kebetulan punya kemampuan jadi recycle bin (aliat tempat sampah curhat). Atau kebetulan saja terjebak dalam kondisi dimana dia satu-satunya pohon di tengah air deras. Padahal si ceweknya sendiri sama sekali nggak mengharapkan itu, kalau disuruh milih.

Kelemahannya : suka nggak tegaan.

Pst. Aku namain simbiosis seperti di dunia biologi : parasitisme, komensialisme, mutualisme. Yaitu, bikin rugi banget, satu untung satu rugi, sama-sama untung. Tergantung ceweknya, deh dia kena model simbiosis yang mana.

Saran :

Jika kamu cewek, kamu seperti “dewi penyelamat” bila masuk ke circle, karena dia sendiri mungkin sudah lelah dengan cowok lagi-cowok lagi. Hadirnya kamu ibaratnya dia bisa “beristirahat” dari perhatian.

Jika kamu cowok, sebaiknya saat masuk circle kasih dukungan bukan nambahin masalah. Atas nama kemanusiaan saja…

==

Tentu saja semua ini sifatnya fleksibel, ya karena kadang ada perpaduan-perpaduan. Tapi biasanya sih nggak jauh-jauh dari yang diatas.

==

Bagaimana menurutmu, apakah kamu punya cerita atau ingin menambahkan juga?

14 Comments

  1. Jadi inget jaman kuliah dulu, di kelas ada 2 cewek yang selalu dikelilingi cowok-cowok, alias mereka sama sekali ga gabung ke geng cewek-cewek lainnya. Dua-duanya manis tapi memang tipe yang gampang berbaur sama siapa aja, diajak nongkrong asik, banyak nyambungnya ngomongin banyak hal. Mungkin karena itu gampang deket sama cowok-cowok juga.

    Ngomong2 soal drama, kebetulan aku punya kelompok pertemanan yang isinya 3 cewek dan 2 cowok, tapi sepanjang kebersamaan kami entah kenapa aku sering ngerasa para cowok yang lebih drama dibanding yang cewek2. Apa jumlah orang mempengaruhi juga ya? 😅

    • Biasanya sih ceweknya manis ya, mbak Eya, kalau rumusan diatas 😅

      Betul, “nyambung” adalah koentji. Kalau nggak nyambung biasanya ya menjauh dengan sendirinya.

      Hahaha ya memang tergantung orang2nya, sih. Biasanya case genk dgn formula cewek banyak, cowok sedikit..rada jarang (kecuali krn kondisi spt kerja dan kuliah, dsb).

      Kalau cowok lbh nyaman ngegenk dg cewek biasanya sih “ketarik” jadi berperasaan..

      Kecuali cowok dikelilingi cewek krn populer ya, kalau yg ini biasanya anakbuah cowoknya bnyk suka nempel biar kecipratan elmu 🤣🤣 atau dimusuhi cowok lain

  2. Drama bagiku itu kalau si cewe datang ke grup cowo dengan membawa segala keribetannya. Nah itu kadang yang menimbulkan banyak drama dalam pergaulan. Lebih menyenangkan kalau cewe yang masuk bisa bersikap secara fleksibel dan menyesuaikan dengan keadaan. Para cowo tentu saja juga akan menyesuaikan dengan keadaan. Bahkan banyak yang ga tega juga.

    • Hahaha ya memang harus siyap praktis kalau mau gabung melebur, minimal gak ngerepotinlah. Sekali dua OK tapi tiap kali? 😅

      Rasa ketidak tegaan cowok kadang jadi senjata cewek, lho, mas Rivai. Better dari awal dikasih batasan jelas…kalau kebangetan ya..

      • kalau terlalu sering akhirnya dibiarin aja. Paling dibilangin jangan manja. Kalau kebanyakan drama akhirnya terhempas dengan sendirinya..hahahhaha
        setuju, makanya ketika cowo ga mau ngasih tahu akhirnya teman cewe yang ngasih tahu. Kadang cewe lebih tega ke cewe lain..hahhahaha

  3. Kalau saya (dan teman cewek seangkatan lainnya) lebih sering ngumpul2 banyakan cowoknya karena nasib, seangkatan ceweknya dikit. XD

    Secara umum lebih ke tipe no.2, jadi relatif minim drama.

    Mungkin karena pada bikin dramanya di luar angkatan kali ya… :)))

  4. curcol dikit yah mba… hehehe

    Saya sndiri waktu dulu SMP sempat punya gengk.. Tapi jumlahnya 4 cowok dan 4 cewek.. Kami menyebut geng kami dengan nama 84C. Dibaca 8 four Ci (alias kemana-mana selalu pesan 8 porsi makan.. ahahah) agak lebay emank.. Tapi ternyata hubungan kita seru banget bahkan bertahan hingga kita kuliah… Sering banget pokoknya kumpul-kumpul.. wkwkwkwk ada kali satu minggu sekali.

    Sampai akhirnya masing-masing dari kami mulai menginjak ke jenjang status baru.. 6 diantaranya udah menikah. Tinggal saya sama temen yang keterima kerja di Surabaya.. Im Happy for them… wkwk (Padahal dalam lubuk hati sedikit merasa kesepian).. wkwkw

    Baik kasus pertama sama kedua.. Sayaa belum pernah sih ketemu kasus kaya gitu. Tapi pernah terjebak drama antara teman cewek saya sewaktu kami PKL di wonosobo. Berhubung saya laki2 sendiri diantara 3 cewek… betapa hebohnya sewaktu saya mendapati teman saya satu menangis di kamarnya karena musuhan sama 2 cewek teman sekamarnya… Ya ampunnn…. Saya sampai bingung harus berbuat apa… Soalnya masalahnya sepele banget.. Cuma gara2 setrikaan….. wkwkwk
    dan mereka diem2an selama kurang lebih 2 minggu sampai PKL selesai… Zzzzz

    • Haha iya nggak apa-apa mas…disini memang tempat saling cerita..

      Wkkwk..pasti pada doyan kulineran anak genknya. Seru ya. Bisa relate , mas Bayu karena mirip-mirip pengalaman saya..
      Ih bener banget mas.. walaupun kita senang tapi kehilangan karena ditinggal nikah itu rasanya gimana gitu ya…
      (kalau saya sih rada sebel karena kebalap hahaha)

      Oh, yang saya kasih kan memang contoh ekstrim mas. Supaya bisa dapat gambaran….

      Hahahaa kebayang bingungnya, mas. Pas PKL lagi. Kalau sudah begitu cowok mending mundur saja, deh. Daripada stress sendiri karena mau coba mengerti juga semua nggak make sense…(mungkin ada yang lagi PMS?). XD

  5. Saya tidak ingin mengawetkan stigma itu, tapi memang benar adanya. Teman-teman cowok saya di SMA, kalo ngumpul ngga mau ngajak cewek karena ribet dan lain-lain. Kalo saya sih tidak masalah. Karena di sekolah juga bergaulnya sama semua orang, baik cowok maupun cewek.

    Saya tidak ingin bilang demikian, tapi dari sudut pandang saya sebagai laki-laki, kenapa stigma ini sangat populer, karena aslinya kebanyakan cowok itu tidak mau ribet. Maunya yang simpel.

    Tapi kasus yang lain, seperti yang kak Phebie jabarkan tentang cewek tomboy. Karena saya pernah dalam satu lingkar pertemanan, masuk seorang perempuan yang bisa dibilang agak tomboy. Kami senang karena dia bisa membaur layaknya laki-laki.

    Kak Phebie ini memang observer sejati. Salut euy 😆

    • Haha iya nggak dimaksudkan jadi stigma sih mas 😀 mknya saya sebut ada perpaduan2..fluid lah 😁

      Tapi mau kesana kesini kdg patternnya itu lagi itu lagi..jadi ini share pengalaman saja siapa tahu bisa mengakali kemungkinan konflik yg hadir 😀

      Terima kasih 😅 sbtlnya observer suka-suka gue ini namanya 🤣

  6. Padahal antar cowok sendiri sering ada “drama” loh Pheb… ahahaha.. cuma kadang ga ketauan ajah sama kaum cewek..:-P

Leave a reply