Seni Memilih Template Blog

Seni Memilih Template Blog

Jelang tutup tahun, biasanya saya mengganti template blog.

Biasa…kan mau tahun baru. Serba baru…

Tapi itu dulu….

Dulu doyan ganti-ganti template karena pilihan template gratisan, terutama di WordPress, memang cukup banyak. Cuma yang sreg di hati itu sulit. Nggak cap cip cup kembang kuncup.

Sekarang, saya sudah lama tidak mengganti template. Kalaupun iya, pertimbangannya cukup lama dan modelnya juga seragam.

Template blog favorit saya umumnya :

  1. Dominasi warna putih (karena suka upload foto)
  2. Rapi jali dilihat (no warna nabrak-nabrak)
  3. Ada tempat untuk featured post, minimal satu (ini perlu dites satu-satu)
  4. Harus ada ringkasan tulisan di tiap judul halaman utama (no foto doang)
  5. Fitur-fiturnya mudah dipelajari (nggak ribet)
  6. Gratis lebih disukai (apa perlu dijelaskan?)

Setelah di ubah, lalu font juga disesuaikan, widget di rombak ulang, tata letak juga.

Dari pengalaman selama ini, kunci untuk memilih template itu cukup sederhana :

“Always pick the one that makes you feel happy.”

Daripada memaksakan diri memilih yang sesuai dengan persyaratan terbaik dari para ahli, tapi kemudian saat dipakai rasanya steril, malah jadi mengurangi kenikmatan menulis atau kerepotan sendiri di bagian kutak-katik.

Kemudian…

“Sesuaikan dengan ciri khas tulisan kita”

Misal, untuk yang banyak upload foto sendiri tentu akan lebih suka kalau di halaman muka blognya menonjolkan foto-foto. Bagi yang kebanyakan suka menulis panjang, bisa pilih tipe-tipe yang clean, simpel, dan fokusnya ke isi tulisan saja, mengurangi distraksi.

Kalau bingung, seiring berjalannya waktu kita akan menemukan ciri khas yang disuka. Dulu saya mengalaminya sampai akhirnya bisa tahu yang dimau. Apalagi bila ingin digunakan untuk jangka panjang.

Jadi…apa ciri template blog favoritmu?

Gambar dari dokumentasi pribadi