“Mohon Maaf Lahir Batin”

“Mohon Maaf Lahir Batin”

Bulan puasa sudah berakhir. Selamat Idul Fitri bagi pembaca yang merayakan.

Mohon maaf lahir batin :

  • Bila ada kata-kata yang dianggap tidak mengenakkan atau tulisan disini berdampak negatif bagi pembaca (semoga enggak ada, ya).
  • Atas hal-hal teknis yang mengganggu seperti colekan ping back, sulit berkomentar atau komentar nggak kunjung muncul.
  • Jika ada yang merasa saya tidak rajin berkunjung balik (blogwalking)

Terdengar detail banget minta maafnya?

Selama ini kita biasa maaf-maafan saat Idul Fitri tiba, karena tradisi.

Walaupun pada orang yang dalam hati kita masih memendam gondok abis. Ibaratnya ketemu dia saja masih kayak ada rasa yang ‘nyes” hihhh gemez….

Artinya kita masih belum sepenuhnya maafin seseorang.

Syarat sempurna minta maaf kepada seseorang, agar menghasilkan keikhlasan dimaafkan secara maksimal di hati penerima :

  1. Kita menyesal soal apa (sebutkan detail)

  2. Kita bertekad untuk tidak mengulanginya lagi

  3. Kita menawarkan apa yang bisa dilakukan agar bisa menebus kesalahan dan hubungan lebih enak.

Misal (ini contoh saja ya, tapi semoga jangan kejadian) :

Ada orang yang berhutang. Tapi sialnya duitnya nggak dikembalikan tepat waktu.

Yang ada setiap acara-acara ketemuan tiba-tiba yang bersangkutan punya aji halimunan (bisa ngilang) di hadapan kita. Atau kasus paling parah, yang dihutangi ketika ditagih berubah segalak Tyrannosaurus Rex (padahal dulu saat mau pinjam seramah Barney).

Nah, gara-gara duit itu tidak dikembalikan tepat waktu, ada efek berantai pada yang meminjamkan, seperti tidak bisa bayar uang sekolah anak, hubungan dengan pasangan memburuk, dan lain-lain.

Ehladhalah. Suatu hari si penghutang dalam rangka lebaran bertemu dan tanpa merasa berdosa ngajak salaman,

“Maafin saya ya?”

Apakah sebanding permintaan maaf dengan semua rentetan yang dihasilkan setelahnya?

Apalagi kalau si seseorang itu tidak sadar salahnya dia ada di bagian mana. Ucapan mohon maaf lahir batin itu bak template setisp musim.

Nah, takut jadi orang yang nggak sadar bisa punya salah sampai seperti itu, saya coba detailkan saja seperti tadi….ala ala bloggerlah, yang kira-kira bisa saya ingat.

Bagaimana menurutmu, apakah ada kemungkinan kesalahan seorang blogger, selain hal umum diatas?

Gambar diambil dari dokumentasi pribadi