Kita Ternyata Ada Dimana-mana!

Bukan rahasia lagi bahwa kita, orang Indonesia di dunia maya, ada di mana-mana.

Bagaimanapun aku sudah mengetahui fakta itu, tetap saja sampai sekarang masih merasa takjub.😧

Setiap ada sebuah berita atau peristiwa, yang diliput orang asing, ada kata “Indonesia”nya (entah media online tertulis atau video) pasti di bagian komentar selaluuu ada jawaban berbahasa Indonesia.

Biasanya isinya kurang lebih bilang..

“Ini negara gue, lhoo blablabla..” (kalau beritanya baik)

atau…

“Ikut malu sebagai orang Indonesia blablabla..” (kalau beritanya jelek).

atau…

Ramai-ramai membully penulis berita, bila dirasa itu tidak sesuai dengan kenyataan! Patriotisme yang patut dipuji, sih.πŸ™„

Tapi kadang yang bikin aku suka ngikik sendiri adalah….. jika ada SATU orang Malaysia yang nimbrung. Bila kata-katanya kurang berkenan, pasti langsung ditimpali ramai oleh orang-orang kita. Lalu mulai pada berantem sampai ular naga panjangnya ke bawah. Temanya jadi jauuuh menyimpang dari semula. Nyangkut di soal pencurian warisan budayalah, penjiplakanlah, TKI, dsb. 🀣🀣

Yaaa…mungkin si empunya topik jadi 😳πŸ€ͺ

…..sekaligus lega kalau di awal dia posisinya sempat di serang. πŸ˜‚

Widih aman, deh gue, mereka sudah saling berkelahi sendiri…πŸ€”

😁😁😁

Sayangnya, di topik-topik berbahasa Inggris sejenis itu, karena didominasi oleh komentator Indonesia, aku lihat sedikiiit sekali respon dari mereka yang benar-benar orang asing (selain dari Malaysia, ya), yang menuliskan pendapatnya. Padahal aku kadang kepo, apa yang orang asing pikirkan setelah baca berita itu?

Tapi melihat banyaknya komentar berbahasa Indonesia- termasuk yang saling berkelahi- aku bisa memahami kenapa orang asing memilih tidak berkomentar. Mungkin karena ngeri duluan kali, ya? 😨😰

Ini pada ngomongin apa aku gak ngerti bahasanya…

Kalau aku komen disini mungkin ikut dipanggang pakai bahasa Tarzan…

🀣🀣…entahlah.

OK. Kalaupun ada satu dua orang asing komentar, itu bakalan mirip oase di gurun pasir. Dan BIASANYA akan langsung di balas oleh banyak orang Indonesia dengan nada yang rumusnya samalah seperti yang kusebut di atas.

Bahkan bila komentar si orang asing super positif.. sampai ada, lho orang kita yang mengundang mereka datang ke Indonesia untuk mengunjungi rumahnya! #langsung keselek cemilan# 🀯

Komentator asing tentu saja tidak menggubris ajakan itu karena di dalam pikirannya tentu saja…

Gambar : giphy.com

πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…

Kadang membaca semuanya jadi hiburan, sih..

Tapi jujur aku sudah menyerah 😫…mencari reaksi orang asing di kolom komentar semacam itu walau beritanya menyangkut negara kita. Ya, buat apa, ujung-ujungnya di sesi komentar banyakan orang Indonesianya. 🀣 Kata “Indonesia” entah bagaimana seperti daya tarik magnet saja bagi netyjen sini.

Eh, bukan yang ada kata Indonesianya saja. Melainkan hal-hal lain yang ada hubungannya dengan kata kunci yang suka dicari oleh orang Indonesia!

Pernah aku mencoba taktik baru. Yaitu melihat youtuber asing yang spesialis reaksi.

Yap! Believe it or not! Ternyata banyak orang Indonesia di Youtube, yang suka rekues agar para youtuber spesialis reaksi nonton berita tentang Indonesia.

Biasanya reaksi para youtuber asing ini menarik dan lebih bervariasi. Walaupun tidak bisa dibilang mewakili (nggak dijamin reaksi genuine 100%). Tahu banyak sucscriber-nya banyakan orang Indonesia, kalau mukanya nekad lempeng aja nanti bisa di unsubscribe massal!πŸ˜‚

Pengguna internet dan media sosial di Indonesia termasuk tertinggi di dunia. Dengan “pasukan” yang sebanyak itu bukan tidak mungkin kita bisa membuat branding image baik sebuah bangsa yang besar, bila dimanfaatkan dengan cara yang benar.

Bila tidak? Ya. Seperti yang kita lihat sendiri…

Bagaimana netyjen Indonesia masih terlihat sangat minim bekal tentang etika dan “cara berkomunikasi yang baik dan benar” di kolom komentar sebuah media.

Mungkin karena arus teknologi informasi dan globalisasi jauh lebih cepat daripada persiapan mental masyarakat kita menghadapinya. Tidak cukup sekedar glorifikasi “informasi yang mudah diakses” sebagai simbol memajukan masyarakat, tapi juga bagaimana agar bijak menghadapinya.

Bila tarafnya komentar di berita lokal masih mendingan.

Kalau di level internasional..hmmm…. kira-kira menurutmu bagaimana pendapat para pembaca media itu tentang perilaku orang Indonesia, ya?

Mengutarakan pendapat bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja. Tapi ada momen-momen tertentu yang hanya bisa kita dapat bila menahan diri dan mencoba mendengarkan.

Saat itulah kita baru akan bisa melihat kebenaran diantara bisingnya suara…

Apakah kamu pernah mencoba menanggapi di kolom komentar berita asing tentang Indonesia? 😁

Dimana lagi ya kira-kira kita bisa melihat reaksi orang-orang asing tentang berita Indonesia?πŸ˜€

12 Comments

  1. Nggak sih.. aku nggak tertarik untuk berkomentar dalam tulisan yang seperti itu. Lebih suka membaca saja dan melihat sisi pandangnya saja.

    Cuma kalau urusan Indonesia-Malaysia, yah begitulah adanya, persis seperti lihat kucing sama anjing yang ga pernah akur. Nggak ada masalah juga diada-adain cuma buat nyari peluang menghina saja..

  2. Mba, jujur kdg aku malu duluan liatnya, jd utk ikut komen, mndingan ga usah hahahahhaha.

    Yg paling parah, dan itu malu2in byanget sih, pas drakor the world of married couple msh booming, dan akun IG si antagonis diserang Ama netizen Budiman Indonesia , seolah2 dia bener merebut suami orang. Wkwkwkwkwkkw di satu sisi aku ngakak, tapi sisi lain aku ngerasa ngenes, malu, miris, campur jadi 1 :p.

    Ga ngerti yaaa, kenapa mereka mudah terpancing seperti itu. Wajar kalo banyak bgt hoax bisa masuk ke sini :(.

    Ada tuh YT bule, tapi tinggal di Malaysia, yg kdg sering bikin video perbandingan. Kayak kopassus Indonesia vs Malaysia.

    Hadeuuuuh aku baru baca judulnya aja udh males. Krn lgs kebayang itu penonton dr malaysia dan indonesia sahut2an :p. Biasanya aku males tonton video yg begitu.

    • Iya mendingan nggak usah mbak Fanny mwahahahaha….ngumpet saja kita berdua kepalanya ke dalam tanah spt burung kasuari XD Malu pura-pura nggak kenal hahaha..

      Wuih yang bener?? Jadi pemeran antagonis drakor akun IG nya sampai diserang netizen Indo? Terus bagaimana reaksi mereka ituuu….Kok brutal benar ya…

      Wahaha bulenya tahu aja cara ngejar traffic…memang tema-tema yang ngajak tengkar itu cepat sekali naik mba di medsos. Iya memang nggak bener sih….

  3. Aku nggak pernah meninggalkan komentar di forum atau artikel berita, tapi pernah beberapa kali melihat isi komentarnya yang aneh-aneh dan kemudian jadi debat sendiri wkwkwk
    Yang kayak gini kadang lucu kalau diperhatikan, tapi jadi kasihan juga sama yang punya lapak karena jadi ramai perdebatan.

    • Iya mbak Lia…segemas-gemasnya saya dengan komentar orang,
      tetap lebih kuat rasa nggak enakan sama yang punya lapak kalau terjun bebas bertempur di kolom komentar…
      Walaupun mungkin juga si empunya lapak malah senang ya karena jadi rame hahaha

  4. kalau nonton video ttg makanan kayak food ranger atau mark itu..apalagi pas mereka nyicip kuliner indonesia:D baca kolom komen berbahasa inggris memang tapi tetap jg yg komen rata2 org Δ°ndonesia, nawar2in visit bener bgt itu ..over proud ya. oh ya militannya org Δ°ndonesia itu kalau udah meng idolakan sesuatu luar biasa ternyata, streaming video grup2 Kpop, bahkan ketika belakangan booming drama cina, dan cina kan punya sosial media sendiri, di luar made in amrik, jaringan Weibo. baddu, loh neytijen indonesia selalu punya akal biar bs masuk sosial media mereka:D luar biasa demi bs kepoin idolanya. militan sekali. sampai ada yg share trik2nya hahah, kira2 disis bumi mana yang belum dilirik neytijen 62

    • Hahaha ..bener kan ada yg nawarin visit πŸ˜‚

      Ya ampun sampai segitunya mencoba tembus sosmed idolaπŸ˜₯

      Wkwk..pertanyaan yg bagus sekali itu mbak Rahma, muka bumi mana yg masih blm dijelajahi netyjen +62🀣

  5. Bener banget nih netizen Indonesia tuh kayaknya ada di mana-mana banget ya? Jangankan berita yang berhubungan sama Indonesia, kadang yang ga ada pun juga mereka muncul wkwkwk

    Pernah ada bintang iklan Thailand yang protes karena postingannya dibanjirin sama komentar netizen Indonesia like ngapain gitu lhoo wkwkwk malu sendiri liatnya padahal ga kenal juga sama yang komen πŸ™ˆ

    Kayaknya ini tuh bagian dari budaya komentar orang Indonesia ga sih? Kayak ga peduli lah yang dikomentarin paham apa ga, yang penting ga ketinggalan ninggalin komentar

    • Iya, mbak Eya sampai sekarangpun saya masih terheran-heran tuh πŸ˜‚πŸ˜…

      Hadew ngapain komen di postingan bintang iklan Thailand ya 😰 kan mereka nggak ngerti juga kita ngomong apa duh 😣

      Mungkin lebih ke arah sikap mental saja sih mba dan minim edukasi….banyak juga yg ngerti bgmn harus berperilaku di dunia maya..

  6. Kadang aku juga berpikir, prang Indonesia tuh sadar nggak sih kalau sedang dimanfaattin? Tanpa menjatuhkan satu atau beberapa pihak tertentu, masyarakat Indonesia itu banyak plus bener apa yang dibilang kakak kalau pengguna internet di negara kita itu BOOMM BUUANYYAAK! Anak kecil aja udah dikasih fasilitas gadget. Nah pas lagi di situ, beberapa orang asing ini memanfaatkan pangsa pasar Indonesia untuk menaikkan nama mereka. Orang Indonesia kan rata-rata impressed banget sama orang asing yang katakanlah mau belajar bahasa Indonesia atau cuma sekadar tertarik sama Indonesia. Padahal kita juga nggak tau niat mereka-mereka itu aoa, murni respect Indonesia kah atau cuma mau naikkin views di youtube? Wkwkwkwk, maap kalau komentarku ini tidak nyambung. But, I really enjoy your writing Kak!

    • Terima kasih apresiasinya mbak..it means a lot.
      Hahaha…ya biasanya begitu, saling memanfaatkan. Bagaimanapun kita itu pangsa pasar potensial banget. Makanya mencari view yang lebih genuine kadang cuma di kolom komentar mba…sayangnya seperti mencari jarum diantara jerami. Paling kalau beritanya dalam bahasa Inggris yang cukup susah…
      Mungkin belum ketemu saja media yang tepat.

Leave a reply (akan di moderasi dulu) πŸ˜‡