Kecanduan Pornografi

Kali ini mau ngomongin tentang kecanduan yang jarang dibahas di Indonesia. Padahal sudah masuk penyakit di jaman internet ini.

Ceritanya saya dan kawan-kawan mengikuti training dari seorang trainer Australia.

Temanya tentang bagaimana membantu orang yang kecanduan pornografi. Di pelatihan terakhir untuk kompetensi trainer ini, saya mendapatkan tugas yang cukup berat.๐Ÿ˜ Selama 24 jam harus beraksi menyebarkan pengetahuan ini..

Karena saya hobinya nulis (dan moto). Saya limpahkan sebelum 24 jam berlalu di tulisan ini kali ya…

Sebetulnya cukup panjang tapi saya persingkat lain kali saya ceritakan perkasus dan tema #puter otak

Ok..

Sekarang pornografi itu sudah jadi bisnis yang makin gila-gilaan (main di insting dasar manusia). Membuat orang ketagihan dengan memanfaatkan kebutuhan psikisnya. Seperti bisnis lain game online dsb mereka punya tim analis sendiri untuk mendapat pelanggan.

Sayangnya jarang yang tahu bahwa kecanduan porn itu jauh lebih sulit disembuhkan dari kecanduan kokain alias sering kumat-kumat lagi.

Kenapa generasi lama para orang tua nggak aware? Karena suka bandinginnya dengan jaman mereka duluuu.

Materi porn itu di jaman dulu sangat susah di dapat. Dapet satu aja pasti sudah kayak punya harta karun, yang langsung diumpetin di bawah kasur.

Nah, sekarang kondisi lebih dahsyat. Dan akibatnya bikin kecanduan parah.

Terimakasih pada internet, pornografi jadi :

  1. Mudah diakses

  2. Mudah dimiliki (bahkan gratis)

  3. Agresif (ingat pop-up mengundang?)

  4. Menawarkan anonimitas (kamu nggak ketauan)

Empat poin itu menyebabkan pengunjung (potensial konsumen yg klik) merasa nyaman akhirnya jatuh deh jadi kecanduan.

Ah (anak) kita kan cewek…aman…

Hmm, kecanduan ini bukan dominasi cowok ya. Cewek juga. Cuma tipe pendekatan para pebisnis menghadapi segmen cewek itu beda. Biasanya lebih dengan perasaan dan romantisme.

Cewek bahkan bisa menjadi lebih agresif “pencarian” kepuasannya bisa lebih dari cowok.

Saya ingat, seorang bapak-bapak yang pernah tugas di luar rumah bercerita, malam-malam dia didatangi anak perempuan yang mau bayar dia untuk melakukan hubungan suami istri. Padahal usia si Bapak udah 50 tahun!

Langsung dimarah-marahi itu anak.

“Kamu pikir saya gigolo apa??”

Cara kerja bisnis ini seperti membuat hipnosis bawah sadar. Ya seperti iklan TV yang diulang-ulang. Akhirnya di kepala tercipta persepsi korban tentang berbagai hal. Dan inginnya mereka makin naik level dari yang semula ecek-ecek.

Biarin lah…kan buat asik-asik. Kita nggak ganggu siapapun..

Cepat atau lambat pasti akan ganggu.

Kecanduan ini sebetulnya menimbulkan banyak kerusakan. Kasus yang ada bagi yang cowok, bisa merusak diri sendiri (disfungsi ereksi) sampai merusak orang lain. Bahkan melakukan tindak kriminal seperti pemerkosaan.

Kecanduan pornografi ini sering merusak hubungan suami istri, banyak yang rusak tanpa ada perselingkuhan.Terutama saat pasangan jadi pencandu.

Di Amerika sendiri ada wadah grup terapi dan diskusi bagi istri-istri yang suaminya kecanduan pornografi.

Kenapa? Ya dalam porn itu banyak “adegan” yang tidak masuk akal dan tidak mungkin diterapkan pada pasangan!

Bintang-bintang pemeran film biru itu bilang dalam sebuah film dokumenter, mereka bikin adegan itu bisa 2 jam sendiri dan itu semua hanya pura-pura. Akting.

“Kalau anda mencobanya di dunia nyata, anda sakit. Harus memeriksakan diri ke ahli” Itu kata mereka dengan nada jijik (padahal mereka notabene aktrisnya yang membantu merepresentasikan pemikiran itu, lho๐Ÿ˜ซ)

Kita sampai heran kenapa jaman sekarang makin banyak pemerkosaan dan pelecehan.

Saya sering mendengar kekesalan orang saat ada kasus pelecehan dan pemerkosaan yang parah banget bahkan terhadap anggota keluarga sendiri, hari gini anak-anak remaja pun bisa merencanakan kebejatan…๐Ÿ˜ฑ

Dasar bejat! Cabul…

Apakah ada yang berani menyelidiki si pelaku-pelaku sebelum kejadian sering nonton film porno nggak? Biasanya saat diinterogasi akan terbuka berapa kali pelaku suka nonton bokep.

Kalau sudah kecanduan, mau korban pelecehannya pakai baju setertutup apapun akan tetap bisa dibayangkan oleh si pencandu kamu itu nggak pakai baju apa-apa.

Banyak dapat sharing cerita kasus di lapangan dari rekan berbagai berprofesi. Jadi bukan sekedar cerita di media atau dari orang yang seringkali kampanye bahaya pornografinya selalu dicurigai membawa misi agama.

Disini mau meremehkan dampaknya ya mustahil, yang saya dengar adalah asli kasus-kasus nyata. Yang seringkali menyedihkan. Bagaimana kemanusiaan bisa dihancurkan karena ulah manusia juga yang lebih mengedepankan uang.

Sayang negara kita minim ada yang namanya terapi untuk sekeluarga (family therapy). Mau ke ahli saja banyak yang emoh atau maju mundur terus.

Keluarga yang anaknya kecanduan, tidak bisa benar-benar maksimal sembuh karena minimnya terapi juga untuk keluarganya (kecanduan kadang penyebabnya juga karena keluarga yang alami disfungsi).

Umumnya pecandu takut untuk mengakui, apalagi di negara ini karena ditanggap tabu. Akhirnya mereka alihkan kecanduan itu ke hal lain. Misal minuman keras. Tapi akhirnya malah jadi dobel bahkan tripel kecanduan.

Bisa jadi topik-topik semacam ini tabu dibahas pada jaman dulu.

Sekarang yang kayak gini ditabukan sih sama saja nyari masalah. Di pendam terus saja. Mendam itu harta karun dong… bukan masalah.๐Ÿ˜๐Ÿคฃ

Orang tua anak dan suami istri perlu saling terbuka. Atau hancur bersama-sama. Karena hal seperti ini tidak bisa disembuhkan hanya berjuang seorang diri. Butuh orang lain untuk mendukung, komunitas, sampai lingkungan tepat.

And you know what?

Nggak ada seorangpun yang imun. Mau itu ulama, pendeta, kakek-kakek, nenek-nenek, anak usia 7 tahun. Namanya manusia dimana-mana sama. Punya mata dan struktur otak.

Yang harus kita camkan…

Tidak ada yang salah dengan dirinya bila seseorang mau mengakui kecanduan pornografi.

Itu adalah sebagian kecil saja dari perilaku. Dan bisa disembuhkan dengan upaya.

Justru perlu diberi selamat bila seseorang telah berani mengakui. Karena mengakui adalah bagian dari proses penyembuhan.

Di negara lain, tempat berpusatnya bisnis ini, sudah banyak kelompok yang mewaspadai dan memberi peringatan Banyak pula yang sudah menulis buku tentang bahayanya, bila kamu butuh referensi sains. Semua itu tersedia bila ingin dicari. Ada yang latar belakangnya mantan pencandu, psikiater, dsb.

Latar belakang agama yang dibawakan dalam buku-buku itu juga beragam. Ada Islam, Kristen, dsb. Artinya bukan isu suatu kelompok saja tapi semua orang yang perlu mewaspadai. Kecuali ingin diri atau orang-orang yang kita sayangi jadi potensi sumber duit bagi pebisnis pornografi, loh ya ๐Ÿ˜…

Mohon maaf bila ada yang berharap sebaiknya nulis itu yang ringan saja…๐Ÿ˜–Jujur saja ini memang bukan topik receh karena yang dihadapi adalah sebuah industri besar bernilai milyaran.

Kali lain mungkin akan saya diskusikan ciri-ciri kecanduan pornografi sehingga kamu bisa mewaspadai bila itu terjadi pada dirimu atau orang disekitatmu.

Karena kadang ada yang menganggap ini hal biasa. Let it be.

“Itu cuma peringatan orang-orang konservatif.”

Setelah kejadian anggota keluarganya kena baru panik bisik-bisik sana sini cari ahlinya. Menyesal tidak ada gunanya kan ya.

Bagaimana menurut kamu?

Note : Tulisan ini adalah repost dari postingan lawas

20 Comments

  1. Ah topik yang menarik ini, soal kecanduan pornografi. Tapi kenapa gambarnya buaya ya? Apakah buaya disamakan dengan lelaki hidung belang? Padahal tahu nggak, buaya itu salah satu hewan yang setia pada pasangannya.
    Terus kenapa kecanduan pornografi tidak dimasukkan ke judul utama? Padahal kalau ada yang butuh baca pemikiran tentang kecanduan pornografi, tulisan ini bisa sedikit membantu lho.
    Soal pornografi, memang kalau bikin candu bahaya. Otaknya sama rusaknya atau malah lebih rusak dibanding kecanduan obat terlarang dan kecanduan lainnya. Cuma seperti yang kamu tulis, masyarakat kita parno membicarakan pornografi. Padahal hal macam begini bisa dicegah di level keluarga, ya kan.

    • Halo mbak Dini…iya gambarnya buaya krn ini satu2nya foto jepretan saya yg merepresentasikan๐Ÿ˜…๐Ÿ˜……cara produsen pornografi sendiri itu saat menangkap mangsa mgkn spt itu..silent but deadly spt gerakan buaya kl mau menangkap korban…

      Sebetulnya ini tulisan lawas saya mbak Din..judulnya dulu sama. Tapi terima kasih masukannya ya…๐Ÿ˜€

      Ohya masih parno memang..tp anehnya kita termasuk salah satu pengakses terbesar situs2 pornografi loh..๐Ÿ˜…

      Bisa dicegah benar di level keluarga namun bnyk yg bingung mungkin cara menjelaskannya atau malu..๐Ÿ˜ถ

    • Ikutan jawab ya. Mesin pencari jaman skrg sudah beda ko cara kerjanya, kalau ada yg cari sesuatu di google, dengan ngetik bbrp kata, maka akan muncul daftar web/blog yang isi postingannya terdapat kata2 yg dicari org tsb.

  2. dan jangan lupakan Indonesia adalah negara tertinggi yang mengakses situs porno pedophilia di Asia Tenggara. Thanks to Anonymous dulu yang berhasil men-take down ribuang vidoo porno anak di Lolita City. Membicarakan topik pornografi emang tabu banget di negara ini, padahal nggak tahu aja, hal ini justru harus dikampanyekan, agar para pecandu bisa aware dan yang ingin berubah nggak merasa hina lagi. Aku pernah nengok berita sebulan yang lalu atau lebih tentang pengasuh anak yang diremas dadanya oleh seorang pengendara sepeda motoi. padahal sebelumnya dia lewat gitu aja, tapi tiba-tiba putar arah dan melecehkan si mba, haduuh.

    Dan buat mereka yang suka nyalah-nyalahin korba pelecehan juga harus sadar, bahwa kalau kecanduan pornografi, mau sealim apapun perempuannya yaa gitu, Perempuan dikarungin pun, dia bakalan tetap mikir yang aneh-aneh, hahaha.

    • Ohya mba kmrn saya sempat ikutan gabung di grup relawan IT Indo yg mmg kerjanya hapus2in akun medsos yg promosikan pornografi anak di internet. Caranya ajak netizen ramai2 lapor akun tsb. Memang susah ini bisnis duit jd dihapus muncul bnyk bener. Otoritas kewalahan. Mknya masyarakat hrs turun tgn juga…bknnya malah ikutan asik asik๐Ÿ˜…๐Ÿ˜…

      Iya sebetulnya pecandu juga korban..jadi perlu dibantu. Tidak bisa diatasi sendirian hrs ada support system dari lingkungan..๐Ÿ™„

      Nah itu dia sebetulnya yg mereka nggak sadar…hrsnya solutif bkn nyalah2in sana sini..

  3. Kecanduan pornografi ini memang bahaya banget, yet orangยฒ masih kurang aware dan menganggap ini hal tabu, nggak perlu disinggung-singgung karena termasuk memenuhi kebutuhan biologis. Padahal yg namanya kecanduan berarti udh jadi penyakit ya mbak๐Ÿ˜….
    Banyak pecanduยฒ ini yg terlena dengan fantasi seksualnya sendiri, menganggap yg ada di film itu nyata, dan ketika dia melakukannya dengan pasangannya berharap akan seperti itu juga. Bisa jadi akhirnya pasangannya yg malah stress sendiri karena merasa nggak bisa memuaskan. Udah banyak soalnya kasus seperti ini dalam rumah tangga. Padahal apa bedanya kan film pornografi sama film-film lain yg punya storyline๐Ÿ˜ง

    Semoga keluarga dan kerabat kita dijauhkan dari hal seperti itu ya mbak๐Ÿ˜ซ

    • Iya bener mbak Awl..ada batasnya merahasiakan yg seperti itu..

      Ya terlena, ya terpengaruh bawah sadarnya karena diulang-ulang terus..
      Pasangan bisa sampai diabaikan juga lob mbak karena ybs tdk merasakan kepuasan atau malah “terlalu cepat”.

      Amiin semoga dijauhkan ya mbaaak ๐Ÿ˜Š

  4. menurutku seperti hal nya substances – lebih baik di legalkan dan diatur secara fair bagi pekerja sex nya juga. dengan tidak legal tetap saja ada, dan lagi-lagi yg paling terpuruk adalah kaum wanita.

    • Maaf hubungannya apa ya mbak Airin? Yang saya bahas disini adalah pornografi kaitannya dg mental health dan kerusakan otak manusia. Kalaupun pornografi dilegalkan tdk akn bisa menyembuhkan, bukannya malah semakin banyak yg sakit? Bgmn dg pornografi anak?

  5. Aku bingung Kak Phebie. Di negara kita ini, hal-hal yang semakin dilarang malah semakin dilakukan. Menurut Kakak, kenapa kita bisa jadi negara dengan tingkat konsumsi pornografi tertinggi? Mungkin nggak sih karena pendidikan tentang hal tsb masih kurang dan tabu untuk dibicarakan? Jadi pada lari ke menonton film biru dll?

    Dan setuju sama Kakak. Kecanduan hal ini tuh lebih marah karena merasuki hingga ke mental dan otak sang pecandu. Web-web porno udah banyak yang diblok tapi selalu aja ketemu cara untuk membuka :’) dibrantas 100% pasti nggak bisa.

    • Pertanyaannya sudah dijawab sendiri sama mbaknya hihihihi…

      Ya, ditambah enggak ada konsekuensi yang keras juga. Manusia kalau nggak bisa direm oleh dirinya sendiri (kesadaran, pendidikan, pengalaman) harus direm oleh faktor dari luar (otoritas, denda, dsb).

      Iya itu patah satu tumbuh seribu, karena uangnya ngalir gede banget disana. Dari sebagian besar korban cowok-cowok..

  6. Iya lhooo pornografi ini menyeramkan, jadi ingat di Korea ada kasus N9T room apa ya kalau nggak salah. Ini yang running anak muda, dia kecanduan pornografi awalnya. Terus dia jadi gila bangetttt, victimnya banyak yang underage. Dipaksa buat vieo porn dan diancam untuk disebar videonya kalau nggak mau melakukan secara berulang ๐Ÿ˜–

    Padahal di luarnya tuh anak termasuk pintar, sekolah juga di sekolah ternama. Otaknya terkenal pintar dan masa depannya cerah. Nggak ada yang sangka di belakangnya bejat. Pfhtt. So, saya setuju sama mba Phebie, mau backgroundnya kayak apa juga, kalau sudah melecehkan ya tetap saja bukan manusia normal. Jangan jadi yang disalahkan korbannya. Huhuhu. Semoga ke depannya edukasi soal ini bisa lebih meluas ya, mba ๐Ÿ˜

    Semangat selalu, mba Phebie. Salut sama mba yang concern dan fokus, bahkan ikut training soal ini, semoga bisa jadi kebaikan untuk semua ๐Ÿ’•

    • Oya ada kasus seperti itu di Korea ya, mbak Eno. Terima kasih informasinya. Menarik banget untuk dipelajari…

      Memang mengerikan sih sekarang. Anak sudah seperti dapat segalanya, pintar, masa depan cerah, tapi kalau sudah kecanduan itu hancur sudah semua.

      Terima kasih dukungannya. Iya, itu yang kita semua sedang usahain pelan-pelan. Memang nggak bisa frontal, harus sedikit-sedikit disana dan disini. Membuat kesadaran saja sudah pencapaian…

  7. ada banget mba dilingkunganku, padahal umurnya udah 50tahunan kurang lebih
    memang perlu juga sebenernya pelajaran soal seks dari awal, terutama sesuai dengan kurikulum sekolah yang tepat, ga mungkin anak kelas 2 SD udah ada pelajaran kayak gini
    ngeliat berita berita akhir akhir ini, anak remaja perkosa anak yang lebih tua dari dia. astagahhhh
    duhh

    • Waah lalu sudah dilakukan tindakan terhadap kasusnya belum…

      Ohya kalau kelas 2 SD paling sebatas pelajaran tentang perbedaan anak laki dan perempuan saja. Walaupun di dunia modern ini hal spt tampaknya semakin kusut saja hahaha…

  8. waah, bisa sampe separah itu yaa kecanduannya. Kok bisa ada anak yang datangi bapac-bapac usia 50 tahun untuk diajak skidipapap-wadudaw, dan membayaar pulaak.

      • Aku serem kalo ngebayangin anak2ku terjerumus dalam hal ini mba. Secara mereka udah terbiasa akses internet dalam mencari sesuatu, pegang gadget utk urusan sekolah… Ga mungkin dilarang utk hal begitu. Krn biar gimanapun zamannya udah beda..

        Tetep sih aku ngawasin video2 yang ditonton anak2 lwt YouTube. Tapi biar gitupun, pernah aku sekali nangkep video, kartun, anak2, tapi kok ya percakapannya menjurus ke arah mesra2an. Kan aku panas dingin juga liatnya.. yg ada anak2 aku larang utk nonton video itu. Syukurnya mereka ngerti sih ada beberapa film yg mereka memang ga boleh nonton walopun kartun dgn alasan itu utk dewasa. Tapi agak susah kan kalo ngawasin setiap saat ๐Ÿ™ , palingan aku minta bantuan jg dari babysitter ya utk bantu awasin.

        • Ya memang sudah beda..Usia anaknya berapa mbak Fanny? Kalau sudah lebih dari 7-9 tahun sebetulnya sudah bisa diberi pengertian pelan-pelan..dari yg sederhana…

          Memang nggak mungkin mengawasi dan melarang terus, yang biasa dilakukan membangkitkan nalar dengan diskusi ,mengapa ini tidak baik, apa efeknya dsb.
          Lebih bagus lagi kalau bisa dikunci dengan agama..(krn kalau pakai logika trust me pasti debatable apalagi kalo anaknya pinter).

          Ketimbang bergantung pada proteksi luar kenapa nggak kita hidupkan saja proteksi dari dalam diri anak sendiri?

  9. Jadi ingat artis itu yg videonya kesebar, eh rame2 netizen Indonesia saling berbagi linknya ๐Ÿ˜† Semakin web porn di blokir makin bikin penasaran, tp klo dibuka jg ga nyelesain masalah. Paling penting kesadaran diri sendiri, dan peran ortu ngawain anak dibawah umur, misalnya TV di pasang pin utk saluran2 dewasa, internet juga di setting gak buka situ2 aneh. Klo ditempatku sih majalah/kalender dewasa aja dijual bebas ditoko, dan waktu itu kita ke garden center anakku 6 thn liat itu kalender “ma kenapa wanita itu telanjang?” wkwkw .. langsung tarik aja si bocah tanpa jawab pertanyaan dia.

Leave a reply (akan di moderasi dulu) ๐Ÿ˜‡