Indeks Kebahagiaan

Akhir-akhir ini aku mikir, apa sih artinya bahagia buat masing-masing orang? Kan beda-beda ya.

Apalagi belakangan ini, cuma baca berita receh di sosmed, pada hepi banget begitu. 😅

Aku pernah membaca buku The Geography of Bliss. Bukunya memang sudah lama tapi tetap menarik banget dibaca.🤩

Kalau dari buku diatas, ternyata patokan bahagia itu tergantung kamu tinggal dimana.

Ada orang yang bisa bahagia banget bisa jalan-jalan kemana-mana.

Ada yang bahagia punya rumah nyaman.

Bahagia saat punya “panggung”.

Bahagia saat bisa menyelesaikan tantangan.

Dan sebagainya-dan sebagainya.

Lalu kenapa ada orang yang mustinya bahagia karena semua sudah sesuai yang dijalankan tapi malah end up jadi grumpy?

Kenapa ada orang yang masih tidak suka melihat orang bahagia?

Mungkin itu karena mereka nggak tahu bahagianya bagaimana dan darimana. Jadi lihatnya ke standar orang lain.

Misal, seperti ngeliat orang di YouTube makan disana makan disini. Ih, asyik banget hidupnya makan melulu.

Padahal kalau kita yang ada di posisi dia makan sana-sini, yang bergulai-gulai atau berlemak-lemak, apa rasanya nggak kepingin muntah.😝

Lalu melihat orang kerjanya jalan-jalaaaan terus. Hari ini menclok disini besok disana. Wuih, bagi yang merasa diri kurang piknik, mupengnya seperti apa.

Tapi coba, deh, kan kalau itu dilakukan sering belum tentu juga cocok buat kita. Mikirin packingnya, belum mabuk laut atau udaranya, lalu apa yang harus dikorbankan untuk harga sebuah jalan-jalan, seperti cicilan ini itu, keluarga,dan berbagai kemungkinan lain.

Again,

There are always prices to pay for the life we choose.

Tapi aku akhirnya berhasil mendefinisikan apa artinya kebahagiaan. 🙄

Bahagia itu bukan apa perbuatannya. Bahagia itu artinya apa yang kita butuhkan saat ini, tercapai.

Jadi bukan selalu yang kita inginkan, ya.

Orang yang lagi kehausan di padang pasir tentunya nggak mau keinginannya punya Ferrari terkabul saat itu kan? Pasti butuhnya ketemu air.

So, tinggal rubah saja apa yang kita inginkan in the present day…

Saat kita melihat orang lain bahagia kita kepingin bahagianya seperti orang itu (walau hanya difoto doang 😂). Bukan kepingin jadi orang itu

.===

Apa kira-kira yang bisa bikin kamu bahagia?

16 Comments

  1. Hola mba Phebieee 😍

    Bahagianya saya bisa tutup hari dengan menyelesaikan semua checklist saya dihari itu (present day), dan bisa makan apa yang saya suka dihari itu, pokoknya segala sesuatu dihari itu hahahaha. Jadi serupa dengan yang mba Phebie jabarkan. Sekarang saya lebih memilih dan melihat kebahagiaan kecil yang bisa saya dapat setiap harinya instead of lihat yang versi grand. Karena dengan terus lihat yang besar-besar, saya jadi nggak bisa bersyukur dan compare diri saya dengan achievement yang orang lain punya. Jadi saya sekarang lebih fokus ke present day, dan menikmati hari-hari yang ada 🥳🎉

    This post, totally made my day, karena ternyata apa yang lakukan termasuk definisi bahagia 😂 And it’s true, saya merasa lebih content sekarang, dan lebih enjoy every single day dalam hidup saya 😁 Terima kasih untuk post yang menarik dan menghangatkan hati ini yaaa, mba. Semoga kita semua bisa menemukan ‘bahagia’ kita. Have a good weekend, mba Phebieeeee 💕

    • Hehe…buat yang senang bikin list dan perencana mencoret checklist yang sudah dilakukan itu sesuatu banget ya mba 😁😀

      Receh tapi menyenangkan…

      Let’s count our hidden blessing…😊

      Sama sama mbak Eno have a nice weekend. 🙂

  2. Dan juga dengan merasa cukup. Dengan begini kita bisa merasakan kebahagiaan dalam hidup 😆
    Kalau nggak pernah merasa cukup, bukannya jadi lelah karena harus terus berlari entah kemana mencari kebahagiaan? 😂 Yang padahal ada di saat kita berhenti dan mensyukuri apa yang kita udah miliki.

    Kalau ditanya apa yang bisa membuatku bahagia, sesimple membaca buku bagus atau ketika makan, baik buatan rumah atau di warteg atau resto, rasa makanannya enak 🤣. Makan enak adalah kunci hidup (perut) yang bahagia #eh

  3. ah bahagianya apa ya, sebagai orang yg terkurung di Pluto, rasanya selasa lalu saya bahagia banget loh meski cuma diajak belanja bulanan ke market sampai saya bikin video, menunggu 10 hari suami pulang, krn persediaan makanan di rumah sudah tahap kritis:Dditambah belum bs nyetir sendiri,, ketemu kucing liar di jalanan. Beli daging giling, beli iga sapi untuk kuah bakso-krn ga suka tetelan* lalu membuat bakso dan menikmatinya bersama. Ä°ya sesederhana itu memang krn kondisi dimana tinggal tepatnya. Mungkin bahagianya akan beda kalau tinggal di pusat kota dengan akses kemana2 dekat dan lengkap.

    • Receh sehari-hari tapi menyenangkan ya mbak Rahma 😀 saya bisa membayangkan yang dialami karena pernah tinggal juga di sebuah wilayah “Pluto” walaupun beda lokasi. 😁

      Semoga kalau sudah pindah ke tempat yg lebih ramai bisa mengenang masa2 tinggal di Pluto dengan kebahagiaan juga ya mbak

  4. bahagiaku kalau kerjaan bener, nggak ada salah-salahnya, bisa disiplin taati schedule pribadi dengan baik
    hiks, kemarin ada kerjaan yang ga bener, tapi semoga besok besok bisa diselesaikan dengan baik. Karena kemarin itu rasanya bad mood aja hahaha
    bahagia lagi kalau bisa kumpul bareng, main sama temen sekumpulan atau cuman keluar kemana gitu, beli jajan yang lagi pengen dicobain, atau cuman muter muter kota juga udah seneng

    memang mbak kalau kita liat terus rumput tetangga dan isinya cuman membandingkan diri sendiri dengan orang lain, juga ga bakalan hepi, ini tergantung gimana kitanya liat / persepsi kita terhadap orang lain. Kalau kita liat orang lain sering menclok sana sini, selama ini aku nggak pernah sampai merasa iri, aku ikut seneng dia bisa kesana kesini, dan diliatnya juga dengan berpikir positif.

    • Semoga ke depan kerjaan bisa diselesaikan dg lancar ya mbak Ainun.😀 supaya bisa gembira kembali..

      Iya yang sederhana saja apalagi di masa pandemi ini bisa terasa membahagiakan ya…

      Rumput tetangga konon memang selalu hijau ya mbak 😁. Karena bukan kita yg susah payah memelihara 😄

  5. Topik yang meunarik.
    Malah baru ngeuh “oh iya jg ya, definisi kebahagiaan bisa jg tergantung tempat tinggal, tergantung sekitaran”

    Dan yang membuatku bahagia saat ini adalah bisa dengan tenang untuk blogwalking atau marathon nonton setelah beberapa minggu ini jadwalnya penuh ga jelas, berkejaran dengan jadwal kerjaan yang masih baru dan belum tertata.

    Jadi, hari ini adalah hari yang menyenangkan!

    tapi senin mulai lagi deh, haha.. begitulah hidup, ga ada henti perjuangannya, tapi manis ga akan terasa menyenangkan rasanya kalo ga nyicip yang pahit-pahit jg.

    btw, setelah kemarin aku belajar tentang gimana biar orang ga cape baca sebuah tulisan panjang, salah satu caranya adalah seperti phebie lakukan, bikin paragraf-paragraf pendek dan dengan garis baru yg lebar agar terasa lebih ‘ringan’ yang tanpa terasa, beres deh bacanya, hehe… *maaf out of topic

    semoga phebie jg selalu bahagia dengan caranya sendiri!

    • Terima kasih semoga manfaat ya mas Ady. 🙂

      Waah kalau blogwalking termasuk kebahagiaan…yg dikunjungi tentu lebih bahagia lagi mas hehehe 😁

      Weekend selalu menyenangkan ya..tapi betul sekali. Tanpa bayangan kita nggak bisa mensyukuri cahaya 😅

      Haha..ya bisa dengan cara itu. Bisa juga dengan dibuat subjudul dalam tulisan kita. Sesuai selera penulis dapat iramanya gimana 😀

      Sama-sama semoga mas Ady semakin bisa menghayati rasa bahagianya..😁

  6. kemarin aku baca ulasan dari Mas Adjie Santosoputro
    ia mengatakan bahwa sebenarnya capai lho mengejar kebahagiaan
    hidup seapaadanya adalah hal yang paling penting dan kebahagiaan akan datang mengiringinya
    makanya, saat ini saya mencoba untuk hidup seapaadanya
    apa yang saya suka selama tidak merugikan orang
    menulis, blogwalking, melihat video kontes kecantikan, menari JKT48 dan sebagainya
    karena dengan berbagai kegiatan tersebut, walau sedarhana, nyatanya membuat saya bahagia 🙂

    ulasan yang menarik….

  7. Salah satu yang saya pelajari, kalo mau bahagia itu adalah mengontrol emosi. Kalau kecewa, secukupnya. Marah, secukupnya. Bahagia, secukupnya. Sedihpun secukupnya saja. Karena kalo kata kak Jane,”lifes go on”.

    Terimakasih atas tulisannya kak Phebie. Jadi buat saya ngerekap lagi, selama ini apakah saya sudah bersyukur atas kebahagiaan kecil. Mudah-mudahan sih iya. Belakangan, saya mulai bersyukur saat sibuk ini-itu karena tau rasanya ngga ngapa-ngapain itu juga ngga enak.

  8. Aaakkk, kerennyaaaa artikel iniiii 😀
    Aku mau bookmark, biar auto-baca ulang kalo lagi gegana (gelisah, galau, merana)
    wkwkwkw

    Makasiiii mbaaaa 😀

Leave a reply