Buku Harian Sepasang Suami Istri di Hari Sabtu

Buku Harian Istri :

Cuaca hari ini cerah sekali, aku dan Aan pergi berjalan-jalan ke tempat wisata G yang pemandangannya wuiih super keren.😍

Sudah lama kami nggak berdua saja. Selama disana sambil bergandengan tangan, kami berjalan-jalan sampai puas. Aan seakan tidak mau melepaskan tanganku! πŸ’

Siangnya makan-makan di resto A “Yang Lagi Happening”😍. Aku dipesankan apa saja yang dia mau. Uwu. Jadi ingat masa-masa belum nikah. Sambil nostalgia ceritanya. Aww.β™₯️

Sore hari melihat sunset. Romantis banget, matahari terbenam berwarna oranye. Dunia rasanya milik berdua saja. Jadi malu. Aan selalu melihatku dengan tatapan nanar yang tampak mesra. Rasanya berbunga-bunga. ❀😍

Setelah itu kami makan di Resto B yang suasananya luar biasa dengan view pantai. Dapat meja dengan candle light. Aku suka sekali. Aan sepertinya malu-malu karena kami seperti jadi patokan mata, wajahnya sering tertunduk tersipu-sipu ketika kami bertatapan.😘

Saat pulang mobil berjalan lambat, tidak seperti biasanya. Aku sungguh tak ingin hari ini berakhir. Mungkin perasaan Aan sama sepertiku.❀

Buku Harian Suami :

Hari ini jalan sama Rini ke tempat wisata G. Bagus tapi seperti labirin. Kalau misah repot.

Siang makan di resto A. Makanannya gila enak. Rini makan banyak. Untung baru gajian.

Sore ke pantai M lihat sunset. Suasananya ramai. Kayak cendol. Salah pilih. Enakan ke pantai N. Tapi Oklah. Lanjut makan di resto B. Malam ingat nonton Liverpool.

Ban mobil sudah gundul. Besok jangan lupa ganti ban. Malam ini nonton Liverpool.

===

Akhirnya semua hanya masalah sudut pandang dan perasaan. πŸ˜…πŸ™„

Menurutmu?

#disclaimer nama tokoh hanya fiksi kalau ada kesamaan suer itu kebetulan banget.😞

24 thoughts on “Buku Harian Sepasang Suami Istri di Hari Sabtu

  1. Hahahahahhaha lucu ya kalau dilihat begini 🀣 perbedaan sudut pandang wanita dan pria benar-benar 180° 🀣. Kalau nggak berusaha untuk saling memahami satu sama lain, yang ada mah bisa perang mulu 🀣

    1. Ga heran sih baca ini. Kalo suamiku aku ksh buku harian utk nulisin apa yg dirasain, aku yakin seyakin yakinnya, dia hanya nulis, “bingung gw mau nulis apa. Jalan-jalan dulu ah”

      πŸ˜‚πŸ˜‚

      Ga bisa diharapkan…

      Semnetara aku mungkin bakal detil nulisin tempat wisatanya dan makanannya πŸ˜€

  2. Hahahahah.. lucuuuuuuuuuuuuuuuuuu… ngakak saya.

    Saya jadi merasa untung tidak punya buku harian. Jadi, nggak bisa ketahuan Phebie dan dibahas di sini. wakakakak

    But, betul banget itu Pheb masalah perasaan dan sudut pandang.

  3. Ahahahaa ini kalau pada baca diary satu sama lain bisa-bisa terjadi kericuhan niiih… Cara pandangnya bener-bener beda satu sama lain, itulah makanya kenapa kita ga dikasih kemampuan baca isi kepala orang lain yaaa, bisa-bisa si istri ga merasa suaminya tersipu-sipu padahal lagi kepikiran nonton Liverpool wkwkwk

  4. Jadi ingat kutipan di buku the geography of bliss. “Perjalananmu bukanlah perjalananku. Meskipun kita berjalan bersama.”
    Hampir miriplah…hahahahaa
    Lucu sih, berasa baca cerita dengan berbagai pov…hahahhaa

  5. Ya ampunnnn aku aja kecewa baca buku harian si suami wkwkwk

    Mungkin begitu ya, perempuan emang suka meromantisasi semuanya, trus ntar kecewa sendiri kalo pasangan nggak seromantis dia pikirannya.

    Kadang aku juga sudah overthinking kemana2 karena si doi kok diem aja diajak ngomong saat ditelpon. Ehh ternyata si doi cuma ngantuk. Bener2 pagebluk πŸ˜‚πŸ˜‚

  6. Waah, membaca tulisan ini saya jadi semakin mengerti pentingnya komunikasi. Kedua curahan hati yang ditulis di masing-masing buku harian punya perbedaan karena sudut pandang yang tak sama dalam melihat suatu kejadian yang kalau salah satu pihak salah menilai sikap, gestur atau ekspresi pasangannya, bisa jadi berabe. Seperti misalnya si suami yang ternyata tidak terlalu nyaman berada di pantai M yang ramai seperti cendol, kalau si istri melihat ekspresi tidak nyaman itu dari sudut pandang yang tidak positif, bisa jadi masalah itu.

    Kayaknya Liverpool sangat penting artinya bagi si suami ya, sampai tercatat dua kali dalam satu catatan harian. Hehe.

    1. Ya idealnya sih berkomunikasi 😁kalau tidak akhirnya terjebak dlm asumsi di pikiran masing-masing. Eh kecuali pakar gestur dan ekspresi ya πŸ˜€.

      Sayangnya kebanyakan dari kita hanya ingin mendengar apa yg ingin didengar, membayangkan apa yg ingin dibayangkan. Padahal seringkali faktanya tdk demikian.

      Hahaha penggemar fanatik Liverpool πŸ˜‚

      1. Tapi kalau sudah menikah, pasti tahu perubahan ekspresi wajah, gerak tubuh atau gelagat lain dari pikiran atau perasaan pasangan.

        Saya misalnya, bisa melihat ada yang salah dari ekspresi muka istri, atau perubahan sikap dan gesturnya. Kalau sudah begitu solusinya adalah tanya langsung apa yang ada di pikirannya. Supaya tidak salah. Hehe.

  7. haha,, kaya gitu yaa?? jadi inget meme2 yg sering berkeliaran di TL, adegan foto di kasur ketika si suami terlihat sedih.. istrinya berpikir ini itu overthinking masalah hubungan. Padahal si suami terlihat sedih karena tim bola favoritnya habis dibantaaaaiii..

Leave a reply (akan di moderasi dulu) πŸ˜‡

error: Content is protected !!
%d bloggers like this: