4 Metode Terapi Sederhana Untuk Atasi Stress & Rasa Cemas

4 Metode Terapi Sederhana Untuk Atasi Stress & Rasa Cemas

Saya ingat, dulu saat mulai belajar basic ilmu terapi, siapa sangka datang hari untuk menerapkannya secara rutin kepada diri sendiri dan sekitar?

Terutama di masa stay at home dan pandemi begini.

Memahami dan menjaga kesehatan mental sendiri adalah basic life skill. Bagaimana mau survive bila mental kita sendiri dari awal sudah ambyar? Seberapa pun sehatnya diri kita semua percuma.

Untuk itu hal pertama yang harus di lakukan adalah aware…paham. Ternyata apa yang kita pikirkan itu seringkali jauh dari obyektif karena dipengaruhi emosi belaka. Jadi jalan yang terhambat karena emosi yang membuncah perlu harus dibersihkan.

Jadi bila dalam diri kita ada perasaan tidak nyaman, emosi yang membuncah, kecemasan mendadak, atau rasa malas yang luar biasa, tanyakan kepada diri sendiri :

Apa perasaan yang hadir saat ini?

Kenali si emosi macam apa yang hadir. Kalau bisa, dituliskan. Semakin sering kita menuliskan, akan semakin kaya referensi emosi yang dikenali. Kegiatan ini juga akan “mengalihkan” fokus dan menjembatani aktivitas dari otak kanan ke otak kiri.

3818461471_b13f55ab51

Moodnya banyak, cuma ekspresinya jangan kayak gini kali, ya

Gambar : flickr.com

Seringkali terjadi kita kesulitan menemukan kata-kata. Sehingga hanya bisa menyimpulkannya lewat gesture, ekspresi, atau perkataan-perkataan yang sifatnya metafora.

Misalnya,

“Saya merasa ada di lorong yang tidak berujung dan tidak ada cahaya sama sekali.”

It’s okay. Tuliskan saja.

Hal diatas bisa dilakukan sebagai pembuka, atau bisa di skip bila dirasa tidak perlu atau kondisi sudah mendesak sehingga sulit untuk berpikir.

Di bawah ini adalah 4 terapi sederhana yang bisa kamu lakukan sendiri di rumah (atau di manapun) bila kamu sedang down karena cabin fever, anxiety attack, dsb.

Disclaimer : bila saat melakukan salah satu tehnik dibawah ini kamu justru merasakan perasaan-perasaan tidak nyaman, sebaiknya segera dihentikan, karena kemungkinan ada trauma tertentu yang terpicu oleh gerakan tertentu.

1. The Butterfly Hug

Metode pertama ini pernah saya bahas disini. Digunakan untuk membuat anak-anak penyintas bencana alam di pengungsian bisa menenangkan diri. Terutama bila para relawan sudah meninggalkan mereka. Kenapa saya sebut pertama kali, karena menurut saya cocok dengan kondisi sekarang ini. Apalagi yang terpaksa tinggal sendirian di kos-kosan.

Lakukan metode ini ketika kamu merasakan anxiety atau rasa kesepian yang amat sangat.

2. Emotional Freedom Technique

Atau dikenal juga dengan Terapi Tapping. EFT diciptakan oleh Gary Craig yang diterapkan kepada veteran perang Vietnam yang mengalami gangguan emosi. Di Indonesia sendiri dikenal turunan lainnya seperti SEFT (menambahkan unsur spiritual). Metode ini menggunakan satu atau dua jari yang diketukkan secara lembut pada titik meridian yang ada di kepala, wajah, badan, dan tangan.

Ada 18 titik EFT. Bisa kamu cari sendiri di internet. Di atas, saya share video praktis saja agar kamu bisa mencobanya langsung tanpa teori njelimet.

3. Self Hypnosis (Hipnoterapi)

Metode yang bersifat relaksasi ini banyak dipakai oleh mereka yang memang cocok dengan cara yang lebih cenderung lebih kalem, dengan pikiran yang tidak aktif berlogika. Disini memang dibutuhkan kepercayaan dan penenangan diri yang cukup besar.

Dibanding cara yang lain, bagi kalian yang pertama mencoba metode ini perlu memiliki ruang tersendiri dimana kamu bisa fokus untuk melakukannya. Awalnya memang perlu pembiasaan. Bila sudah mahir, sebetulnya cara ini bisa dilakukan dimanapun dengan pengaturan napas yang baik dan imajinasi yang kuat. Keuntungan lain, metode ini bisa diterapkan untuk menanamkan sugesti apapun ke dalam alam bawah sadar.

Video yang saya berikan adalah salah satu contoh memulai relaksasi dalam bahasa Indonesia.

4. Art Therapy

Atau disebut juga terapi seni. Mungkin yang merasa tidak berbakat seni langsung merasa jiper mendengarnya. Well, don’t be. Di dalam art therapy nggak dibutuhin kok yang namanya bakat-bakatan. Hahaha. Karena fungsinya lebih kepada penyembuhan jiwa bukan untuk dapat sekian ratus likes di IG. Lalu jadi stress sendiri kalau nggak tercapai. Kalau yang model gitu namanya jelas bukan Art Therapy, dong.

Banyak metode dan tema-tema art therapy. Namun saya sharing tema Art Therapy yang paling sederhana saja, Scribble Drawing. Cara ini bisa diterapkan di berbagai usia (anak kecil minimal 2 tahun dan sudah bisa pegang pensil).

Oya, agar lebih efektif, melakukannya harus menggunakan kertas lalu dan digambar pakai tangan, ya. Bukan dengan perantaraan pen tablet atau teknologi lain.

Bahan cukup spido/crayon/pensil warna dan kertas gambar. Kertas yang digunakan juga sebaiknya jenis kertas gambar anak-anak yang ukuran terbesar. Semakin besar semakin baik.

  1. Pilih warna apapun, lalu sentuhkan pada kertas gambar. Buat garis kemanapun sesuai pikiran, tanpa aturan, seperti membuat benang kusut.
  2. Bila selesai, coba warnai hasil yang ada, temukan pola-pola tertentu yang menurutmu bisa membentuk sesuatu (bisa random juga)

Scribble Drawing memiliki unsur meditatif, filosofinya dalam kekusutan dan kemelut kita akan menemukan sesuatu (invent something).

Cara ini berguna bila pikiran kita sedang kusut dan hati merasa cemas.

===

Sebetulnya masih banyak metode lain, tapi yang sederhana adalah yang terbaik. Lain kali akan saya share dengan lebih spesifik, terutama art therapy.

Silahkan pilih metode mana yang dirasa cocok dengan diri kamu. Semoga bermanfaat, ya. Bila ada yang bingung silahkan tanyakan di kolom komentar.

Bagaimana perasaanmu saat ini dan apa yang kamu lakukan untuk menghadapinya?